Tuesday, November 17, 2009

Membenci Jahil

Adakah benar suatu yang kita tidak pernah tahu atau suatu yang kita tidak terfikir pun mengambil tahu merupakan suatu kejahilan kepada diri kita? Ataupun kita sendiri membataskan apa yang kita patut tahu tentang suatu yang kita perlu tahu dan kadangkalanya kita mengambil tahu suatu yang tidak sepatutnya kita ambil tahu sedangkan kitapun tahu yang tidak sepatutnya kita ambil tahu tentang hal itu.

Kejahilan adalah suatu yang membawa kesesatan kepada seseorang dan kdangkala ianya dilihat sebagai suatu kebodohan yang tidak boleh dimaafkan sekiranya umum mengatakan ianya suatu yang harus diketahui oleh seseorang. Kalaupun kejahilan itu dilihat sebagai suatu kebodohan, ianya tidak seharusnya dihukumkan kepada mereka yang tidak tahu tentang sesuatu yang seharusnya mereka patut tahu.

Melihat suatu kejahilan seolah melihat sebuah kebodohan yang tak berkesudahan. Dan seandainya ilmu yang dikatakan sebagai penyuluh itu tidak menjadi sebagai alat membunuh dan menutup kejahilan itu tidak digunakan sebaiknya, makan berpanjanganlah kejahilan dan juga kebodohan yang hanya ditepuk tangan oleh mereka-mereka yang melihatnya.

Apapun kejahilan itu terjadi di mana-mana di mana adanya suatu ilmu yang lebih di kalangan mereka yang lain. Sekiranya si jahil itu tidak diilmukan, maka selamanyalah suluhan itu akan malap dan dan kebodohan itu semestinya menjadi milik mutlak kepada empunya kejahilan.

Monday, November 16, 2009

Yang Sudah Sudah

Bila kita mengenang akan sesuatu yang lama, parut-parut itu sudah pastinya sudah hampir sembuh dan pastinya ubat-ubat itulah yang menyembuhnya. Dan kalau diingat dan terus diingat ianya boleh melukakan semula kalaupun ia sudah sembuh sepenuhnya. Memang benar, sekali kalau diluka pastinya tidak akan hilang kesannya itu walau sudah sembuh.

Ada baiknya kalau tombak itu dicabut, dirawat luka itu, dicarikan ubat dan jangan dipersoalkan atau ditanyakan atas sebab apakah luka itu terjadi. Yang perlu dilakukan hanya mencari silapnya sendiri kalaupun ia sebenarnya dan berhakikat silap itu datangnya dari orang lain.

Mencari silap dari yang lain hanya membuatkan luka itu menjadi sukar sembuh dan berdarah kembali kalaupun ia sudah sembuh. Apalah sangat nak dikenang kalau hari ini hidup yang dijalani semestinya sudah menjadi suatu yang lebih baik jika nak dibandingkan dengan yang lepas. Atau pun hidup hari ini semestinya menjanjikan suatu masa depan yang lebih sempurna lebih-lebih lagi kalau bercerita tentang masa depan di akhirat nanti.

Berjalanlah dengan semahunya kalau sudah nampak masa depan itu. Jangan berhenti dan melhat yang lain kalau ianya nampak tidak pasti. Apatah lagi menoleh belakang kalau ia hanya mencipta suatu yang menyakitkan.

Saturday, November 14, 2009

Mudah Saja - SO7


MUDAH SAJA - Sheila On 7


Tuhan aku berjalan menyusuri malam
Setelah patah hatiku
Aku berdoa semoga saja
Ini terbaik untuknya

Dia bilang, “Kau harus bisa seperti aku”
“Yang sudah biarlah sudah”

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja cintamu seperti cintaku

Selang waktu berjalan
Kau kembali datang
Tanyakan keadaanku
Kubilang, “Kau tak berhak tanyakan hidupku”
Membuatku s’makin terluka

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Coba saja lukamu seperti lukaku

Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Kau tak berhak tanyakan keadaanku


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget